Badak Pubertas

Assalamualaikum temen-temen, sekarang gue nulis cerita tentang masa muda lho, mana suara keteknya ? Hu...bau.

Ok. Cerita kali ini gue buat sebenernya hanya iseng buat ngisi waktu pas ada jamkos di kelas. Itu lho istilah bagi murid teladan saat gurunya nggak hadir di kelas. Jam kosong. Gue lakukan karena gue memanfaatkan waktu dengan baik dan benar dengan main hp untuk nyeleseikan artikel ini. MOHON JANGAN DITIRU !

Mungkin judul cerita ini cukup aneh bagi telinga kalian sebab gue nentukan judul ini aja gue harus melalui proses aneh yaitu dengan sebelumnya mengalami fase metamorfosa yang tidak sempurna. Awalnya gue ngalami yang namanya meditasi di WC umum dengan pasang kuda-kuda yang baik dan kuat agar peluru tepat sasaran yaitu di lubangnya. Setelah meditasi berakhir gue langsung pergi tanpa melihat sasaran gue. Lalu guemengamati fenomena sosial yang terjadi disekitar lingkungan hidup gue. Satu hal yang sering adalah perubahan yang frontal orang ketika sudah dalam fase pubertas.

Pada wanita ni ya...awalnya nggak suka pipis di celana tapi sudah berubah ketika memasuki usia manusia mengenal baper. Banyak  perajaran. Kenapa guys ? Lo coba aja suruh baca temen lo yang nggak bisa ngomong " R ", tapi sesudah itu mereka malah suka pipis di celana saat pubertas dan dikasih properti sayap yang sama panjang sisinya. Maaf agak frontal kata-katanya. Bukan hanya itu, misalnya kalau lo yang dulunya suka kumpul ataupun berbuat yang berbau gila bersama teman-teman lo dan menurut lo perbuatan-perbuatan itu berguna bagi banyak orang dan harus dipertunjukkan maka kepuasan anda akan terpenuhi dengan tertawa lepas tapi setelah pubertas atau beranjak remaja kebiasaan itu akan luntur dengan kebiasaan yang berbau idealisme. INGAT !

Sebenarnya kajian ilmu  yang akan saya berikan kepada anda pada kesempatan yang indah ini adalah perilaku badak pubertas. Waduh udah kaya guru kan ? Amin.

Badak Pubertas adalah perilaku seseorang yang muncul setelah hidupnya sudah mulai memasuki usia remaja yang diibaratkan seperti badak mencari jatidiri. Kata orang masa muda terutama ketika remaja adalah masa menikmati hidup. Mungkin orang itu dari orog mereka belum pernah nikmatin hidup.  

Saat-saat pubertas pasti ada anak yang sok-sok jadi tukang ojek pangkalan. Contohnya gue. Pernah ni gue suatu ketika pingin bisa naik motor dan keinginan itu gue wujudkan dengan latihan di sirkuit sekitar rumah yaitu di lapangan sepak bola. Pertama gue takut-takut tapi kelamaan jadi akut pingin naik motor. Akhirnya gue berani-beranikan dengan tekad badak pubertas.

Setelah dua kali latihan di sirkuit gue dipaksa latihan di jalan raya padahal gue aja belum punya SINMDSLSB yaitu Surat Ijin Naik Motor di Sirkuit Lapangan Sepak Bola, apalagi punya Surat Ijin Naik Motor alias SIM.
Beberapa bulan gue bisa naik motor gue diuji sekaligus diingatkan Allah supaya lebih berhati-hati ketika naik motor.

22 Januari 2016, gue, Isbakhul Wafa " seorang badak pubertas " mengalami kecelakaan parah dengan truk yaitu  " seekor dinosaurus pubertas "  dan hampir jadi pengalaman terakhir gue bisa naik motor. Gue sebenarnya nggak tau kejadian pastinya tau-tau gue udah ada di rumah sakit dengan keadaan yang alhamdulillah masih hidup.
Nggak seperti yang ada di sinetron yang kalau habis tabrakan orangnya langsung berubah jadi manusia lain. Gue walaupun nggak bisa berubah jadi manusia lain gue tetep bersyukur karena masih diberi kesempatan kedua oleh Allah.

Dari kejadian itu gue sangat bersyukur karena gue diberitahu bahwa nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini. Pasalnya kata saudara gue trombosit gue kalau nggak salah tinggal 4 saat gue habis kecelakaan dan pada umumnya kalau trombosit tinggal segitu udah susah ketolongnya. Dengan kebesaran-Nya gue masih hidup walaupun trombosit tinggal 4 dan kritis selama 4 hari di rumah sakit.

Setelah kecelakaan gue nggak langsung diberi pertolongan di ICU karena rumah sakit pada penuh ruang ICUnya.
Kecelakaan gue jam 05.30 baru masuk ICU jam 13.00. Walaupun begitu gue tetep masuk rumah sakit tapi tidak di ICU. Uniknya luka di kepala gue yang dicium truk itu ada dua luka yang harus dijahit tapi satu luka dijahit di rumah sakit pertama dan yang lain di rumah sakit kedua. Saat gue lihat foto selfie kepala gue yang berbentuk film hitam kepala gue tidak lagi rata tapi ada bagian yang membentuk palung laut karena benturan dengan truk romantis itu.


Mungkin bagi kalian yang baca ini biasa saja tapi nggak buat gue yang ngetik ini aja mau nangis karena harus nginget lagi kejadian naas gue walaupun gue udah move on.

Yang jadi gue kesel itu orang di sekitar gue pada nyalahin ibu gue. Mana mungkin ada seorang ibu yang ingin anaknya kaya gitu. Maaf sedikit emosi. Kejadian itu juga terjadi tepat di depan rumah gue juga yang bikin orang sekampung tau kalau gue udah dicium kepala truk dengan efek samping kepala truk itu dijahit.

Selain keluarga gue yang khawatir saat gue di rumah sakit ternyata ada salah satu orang yang  gue anggap tak terlalu khawatir dengan gue ternyata malah menjadi orang yang salah satu paling khawatir dengan gue. Maaf. Lalu setelah beliau meninggal barulah gue sadar jasanya. Sampai-sampai gue buat puisi buat beliau.

      Pahlawan tak Terketahui Jasamu

Kau bukan ayah atau ibuku
Bukan kakak atau sahabatku
Tapi mengapa kau tetap cinta padaku
Tetap rindu padaku        
Tak kusangka kau begitu sayang padaku
Aku tak tau nama yang pantas kuberikan padamu
Kau ternyata  pahlawan yang tak kuketahui jasamu
Maafkan aku bila aku tak sempat membalas keringatmu
Tak sempat mengucapkan terima kasih disisimu
Hanya puisi ini yang bisa aku buat untukmu
Mungkin hanya ada satu di dunia ini yang Tuhan ciptakan untukku
Aku menyesal tak sempat hadir di dekatmu saat kau terakhir menghela nafasmu
Aku hanya mampu menyalahkan
diri ini yang tak tahu begitu banyaknya pengorbananmu untukku

Badak yang pubertas di hutan kalau liat badak lain yang berjenis kelamin lain pasti ada rangsangan untuk memiliki lain jenis kelamin tersebut. Begitulah yang dilakukan juga oleh para pubertas manusia di bumi ini yang melakukan apa saja untuk mendapat cewek/cowok idamannya. Seperti layaknya gue diusia badak pubertas gue yang melakukan stalking ke buruan gue.

Waktu-waktu yang sangat berharga gue pas waktu itu adalah bisa stalking cewek idaman gue di sosmednya. Gue ngestalking dia dulu itu hampir tiap hari tapi nggak mau follow account dia supaya nggak ketahuan dia dan sama temen-temen.

Anehnya gue kalau gue nggak di balas chat gue, gue jadi kesel kaya hello kitty lagi mau masuk tanggal datang bulan.
Dari semua orang yang pernah gue taksir ternyata setelah waktu PDKT nggak ada yang cocok dengan gue. PD banget gue. Dalam waktu itu juga kebiasan buruknya keliatan seperti orangnya suka menjerit nggak jelas, sukanya cowok yang orang tuanya punya segalanya bahasa pedalamannya itu matre yang buat cowok bukannya enak tapi enek.

Sekian, wassalamualaikum teman-teman.

TERIMA KASIH UDAH MAU KADI TEMEN CURHAT GUE DAN TUNGGU LAGI CERITA-CERITA LAIN DARI GUE.
SEE YOU.....



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

My Bad Brother

The Character of Girl